MAKALAH : MASYARAKAT INDONESIA DI TENGAH MODERNISASI DUNIA
Posted by ptkmakalah pada Juni 19, 2009
MAKALAH
KONSEP DASAR IPS
MASYARAKAT INDONESIA
DI TENGAH MODERNISASI DUNIA
Disusun Oleh
………………………………….
NPM. …………………….
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR
FAKULTAS PENDIDIKAN
IKIP ……………. 2008
KATA PENGANTAR
Puji syukur kehadirat Allah swt, karena atas petunjukan dan anugerah-Nya saya dapat menyusun tugas makalah tentang Masyarakat Indonesia di tengah moderinisasi dunia ini dengan baik. Dalam menyusun makalah ini, saya menyadari sepenuhnya bahwa tanpa bantuan dari berbbagai pihak, saya tidak mungkin mampu menyelesaikannya.
Untuk itu daam kesempatan ini saya menyampaikan rasa terimaksih yang sebesar-besarnya kepada:
Bapak Drs. Abraham Nurcahyo, M.Hum, sebagai dosen pembimbing.
Orang tua saya yang telah membantu terselesaikannya makalah ini.
Rekan-rekan mahasiswa di PGSD IKIP ………….
Degan kerendahan hati, saya menyadari sepenuhnya bahwa makalah yang saya susun ini masih jauh dari sempurna, untuk itu semua saran dan kritik yang bersifat membangun sanat sayaharapkan demi kesempurnaan ini.
Akhir kata semoga makalah ini dapat di terima dan bermanfaat bagi semua pihak.
Madiun, 3 Februari 2008
Penyusun
DAFTAR ISI
HALAMAN i
KATA PENGANTAR ii
DAFTAR ISI iii
BAB I PENDAHULUAN
Latar Belakang 1
Rumusan Masalah 1
Tujuan Maslah 1
BAB II DESKRIPSI
Gambaran Tentang Modernisasi 2
BAB III PEMBAHASAN
Modernisasi Masyarakat Indonesia 4
Modernisasi Dan Urabnisasi Indonesia 9
Perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Serta Industrialisasi di Indonesia 11
BAB IV PENUTUP
Kesimpulan 16
Saran 16
DAFTAR PUSTAKA 17
BAB I
PENDAHULUAN
Latar Belakang
Dimana-mana masyarakat Indonesia menderita kekurangan sandang, papan dan pangan, mutu pendidikan pendidikan, sosial budaya, tehnologi, tehnologi menurun di banding negara di dunia.
Apalagi menghadapi era globalisasi masyarakat Indonesia sangat belum siap terbukti masih kalah dengan persaingan pasar. Produk luar banyak yang masuk ke masyarakat kita (import) sedangkan produk dari kita.
Namun dengan moderinisasi masyarakat Indonesia yang tadinya masih menggunakan tehnologi tradisional bisa menjadi teknologi modern. Tidak hanya tehnologi saja namun masih banyak aspek-aspek kehidupan yang mengalami perubahan akibat modernisasi.
Untuk itu sebabgai masyarakat Inodonesia, kita harus siap menghadapi modernisasi yang semakin mendunia ini.
Rumusan Masalah
Untuk menghindari masalah diatas maka rumusan masalah penelitian ini sebagai berikut:
1. Sebutkan dan jelaskan gejalan modernisasi di Indonesia dalam aspek kehidupan?
2. Upaya-uapaya yang harus dilakukan asyarakat Indonesiadi tengah modernisasi?
Tujuan Masalah
3. Kita dapat mengetahui gejala modernisasi di Indonesia dalam banyak aspek kehidupan.
4. Mengetahui upaya apa yang harus dilakukan masyarakat Indonesia di tengah modernisasi.
BAB II
DESKRIPSI
GAMBARAN TENTANG MODERNISASI
Modernisasi dalam arti farfiah adalah proses menjadi masyarakat tradisional menjadi masyarakat modern. Ini berarti proses perubahan masyarakat dari masyarakat tradisional menjadi masyarakat modern. Modernisasi adalah suatu gejala sosial yang dapat kita amati tanda-tandanya dalam kehidupan masyarakat. Kita dapat melihat wujud proses modernisasi tersebut dalam perkembangan masyarkat di dunia maupun di Indonesia.
Menurut J.W Schoorl (1981) gejala modernisasi tidak bias di definisian hanya dalam satu atau dua kalmia karena gejala modernisasi melputi banyak aspek kehidupan. Kita dapat mengetahui apa yang dimaksud dengan modernisasi hanya kalau kita mengenali berbagai aspek tersebut.
Dari aspek ekonomi, gejala modernisasi dapat dilihat dari tumbuhnya komplek industri secara besar-besaran yang mengadakan produksi barang-barang konsumsi dan barang-barang sarana produksi secara masal. Ini berarti tumbuhnya organisasi-organisasi yang komplek untuk mendirikan,. Menyelenggarakan dan mengembangkan aparat produksi itu serta mengadakan pembelian bahan-bahan baku dan penjualan produknya. Pengertian modernisasi kurang lebih sama dengan pengertian industrialisasi.
Aspek sosial gejala industri dapat dilihat dari tumbuhnya kelompok-kelompok baru dengan posisi sosial dan ekonomi yang sama dan mempunyai semacam kepentingan bersama. Kelompok-kelompok itu merupakan kelas-kelas sosial baru. Kaum budak, kelas petani, penyewa tanah dan buru tani dalam masyarakat modern amat berkurang jumlah dan perannya. Hal ini juga berlaku untuk kelompok perajin, sebaliknya, kelas terdidik, serta kelas menager bertambah jumlah dan peran.
Dari aspek politik, gejala modernisasi dapat dilihat dari munculnya Negara nasional yang memiliki kekuasaan politik pusat. Kekuasana politik pusat itu tidak berhubungan dengan agama dan kepentingan atau disebut sekulerisasi. Modernisasi juga terlihat dari bertambahnya luas dan banyaknya tugas-tugas birokrasi pemerintahan Negara juga dalam rasionalisasinya. Hal ini merupakan bagian dari suatu proses diferensiasi umum yang menyebabkan lahirnya lembaga-lembaga politik yang semakin khusus dengan fungsi-fungsi yang semakin khusus pula.
Dari aspek budaya, gejala modernisasi dapat diamati dari gejala munculnya sistem kepercayaan danpandangan dunia yang berubah sifatnya dari semula bersifat mistik dan magis menjadi lebih rasional. Bersamaan dengan itu, terjadilah semacam sekulerisasi. Hal itu berarti bisdang-bidang kehidupan yang berbeda, dan aktifitas-aktifitas yang penting sifatnya lebih terpecah-pecah dan lebih mandiri. Agama dan pandangan hidup juga berkurang kaitanya dengn aktivitas-aktivitas sosial ekonomi dan politik.
Dari uraian diatas, dapat ditarik kesimpulan bahwa modernisasi mencakup banyak aspek kehidupan. Meskipun demikian bukan berarti kita tidak bisa memberikan pengertian modernisasi yang mencakup sebuah gejala tersebut. Melihat-aspek-asek modernisasi diatas, kita dapat menyimpulkan bahwa modernisasi tidak tidak lain merupakan penerapan pengetahuan rasional dan ilmiah terhadap semua aktivitas disebuah bidang kehidupan atau terhadap semua aspek masyarkat. Masyarkat dikatakan lebih atau kurang menerapakan pengetahuan dengan cara-cara yang dapat dipertnggung jawabkan secara ilmiah. Termasuk disini adalah penerapan sumber-sumber energi tak bernyawa atau alat-alat tehnologi untuk memperbesar hasil produksi. Namun hal itu tidak hanya menyangkut pengetahuan disegala bidang kihidupan atau menangani semua aktivitas manusia.
BAB III
PEMBAHASAN
MODERNISASI MASYARAKAT INDONESIA
Mengikuti pengertian modernisasi kita dapat mengamati modernisasi di Indonesia dalam bayak aspek kehidupan. Berikut ini kit akan membahas berbagai aspek modernisasi tersebut di Indonesia satu persatu.
1. Modernisasi di Bidang Tehnologi dan Ekonomi
Modernisasi terhnologi di Indonesia dapat ita lihat dalam perkembangan pemakaian ternologi, dari semua bersifat sederhana menjadi bersifat komplek ternologi dalam setiap sektor kegiatan ekonomi produksi masyarakat Indonesia. Hal ini berkaitan pula dengan terjadinya proses indistrialisasi disetiap sektor ekonomi di Indonesia.
Di sector pertanian kita dapat menyaksikan gejala modernisasi pada penggunaan tehnologi baru disalam kegiatan produuksi pertanian. Penggumnaan tehnologi itu kemudian menggubah cara produksi, tehnik produksi dan hubungan-hubungan sosial di pedesaan.
Sebagaimana diketahui dalam hasil penelitaian tim Study Dinamika Pedesanan (SDP) dan Survey Agro Ekonomi (SAE) dari Institut Pertanian Bogor (IPB) sejak awal tahun 1970 an di Indonesia telah terjadi proses modernisasi di sector pertanian. Hal itu ditandai penerapan tehnologi pertanian modern seperti:
1. Pengantian penggunaan tehnologi dari semula meggunakan pupuk kandang menjadi pupuk urea.
2. Pemakain bibit padi jenis unggul menggantikan jenis local
3. Pemakaian traktor bibit padi jens unggul menggnatikan jenis local,
4. Pemkaian traktor pengganti bajak.
5. Penerapan teknik irigasi baru dan
6. Penggunaan mesin penggiling padi menggantikan timbul padi.
Mesipun berbagai unsur tehnologi itu dibawa oleh program Bimbingan Masyarakat (Bimas) Intensifikasi Masyarakat (Inmas), Intensifikasi khusus (Insus). Program-program disempurnakan menjadi Suprainsus yang belaku hingga sekarang ini.
Modernisasi tehnologi juga dapat kita lihat dalam kemajemukan produksi ekonomi disektor industri perkotaan. Di sektor produksi, banyak teknologi dan cara produksi baru yang berkembang untuk meningkatkan produktivitas ekonomi. Penggunaan tehnologi baru di sector industri dapat kita lihat, misalnya dalam pengguanan mesin baru dan mesin tenaga minyak bumi menjadi mesin tenaga listrik, penggunaan alat-alat elektronik,penggunaan komputer, telepon dan faksimili. Dari jenis-jenis tehnologi tersebut ada yang berupa jenis tehnologi rendahm sedang atau menengah dan tehnologi canggih.
Tehnologi rendah adalah jenis tehnologi yang sederhana tidak memerlukan tenaga khusus untuk mengoperasikannya. Seperti gerobak, becak, cangkul, parang dna tombak. Tehnologi menengah adalah jenis tehnologi yang sudah mulai memerlukan keahlian tertentu untuk mengoperasikannya, seperti mesin jahit, sepeda motor, mesin penggiling, padi dan msein bubut. Adapun tehologi canggih adalah tehnologi yang berukuran besar komplek dan terdiri dari banyak komponen yang rumit untuk itu betul-betul diperlukan keahlian khusus, seperti tehnologi permbuatan kapal (di PT PAL Surabaya).
Penggunaan tehnologi baru dapat mengubah cara atau tehnik produksi menjadi lebih efisien. Oleh Karena itu, produksi dan pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan meningkat.
2. Modernisasai di Bidang Sosial
Modernisasi di bidang ssosial mencakup perubahan cara berfikir dan berperilaku, yang lebih rasional, efisien, individu dan pragmatis untuk mencapai tujuan yang telah direncankan secara sistematis. Banyak seakli actor penyebab terjadinya modernisasi social. Akan tetapi factor yang paling menonjoll di Negara sedang berkembang seperti Indonesia adalah faktir tehnologi dan perbubahan teknik produksi ekonomi.
Di daerah perkotaan terjadi perubahan hubungan sosial yang disebabkan pekembangan industrialisasi di perkotaan. Sejak pelita 1 tahun 1970-an, pembangunan industri lulai digalakan sehinga berkembangan menjadi berbagai jenis industri kecil, menengah dan besar di Indonesia. Munculnya berbagai macam pabrik industri tersebut menimbulkan perubahan di dalam dua macam, yaitu masyarakat perkotaan yang berbasis ekonominya pada sektor industri dan masyarakat pedesaan atau daerah pinggiran kota yang basis ekonominya pada sektor pertanian.
Modernisasi sosial dapat pula terjadi karena pengetahuan anggota masyarakat semakin meningkat. Peningkatan engetahuan itu seaga akbat tingkat pendidikan dan kemampuan memperoleh informasi. Perkembangan tehnologi di bidang informasi dan komunikasi dapat mengubah pola pikir masyarakat menjadi lebih modern dan dinamis. Pendidikan anggota masyarakat menjadi lebih terbuka dan kreatif dalam menerima unsur-unsur baru kemajuan.
3. Modernisasi di Bidang Politik
Gejala modernisasi di bidang poitik di Indonesia dapat dari munculnya birokrasi dan administrasi pemerintahan yang baru dan pembentukan lembaga-lembaga politik modern. Modernisasi sistem politik merupakan suatu sistem yang dijadikan kernakga untuk mentapkan dan melaksanakan kebijaksanaan tujuan-tujuan yang oleh masyarakat dianggap merupakan kepentingan umum.
Dalam pengetian ini proses modernisasi politik d Indonesia dapat dilihat pada gejala sebaai berikut:
Diferensiasi Struktur Politik
Timbulnya struktur yang khas untuk keperluan fungsi-fungsi politik tertentu disebut diferensiasi struktur politik. Hal itu dapat dilihat dasar tumbuhnya organsasi-organisasi untuk tujuan politik, antara lain lembaga perwakilan, pembuatan undang-undang, pelaksanaan keputusan, pemeliharaan sistem politik.
Rasionalisasi Kebdayaan Politik
Rasionalisasi kebudayaan politik adalah perubahan pandang tetang fungsi dan cara kerja lembaga politik, khususnya tentnag shah tidaknya kekuasaan, yang semakin lama semakin bersifat rasional dan fungsional. Rasionalisasi ini menggantikan sistem kekuasan berdasarkan kharisma dan atas dasar keturunan bangsawan yang berlaku di zaman kerajaan.
Contoh, dahulu di zaman raja dipandang sah atas dasar keturunan dan pemilikan benda keramat warisan nenek moyang pendiri kerjaan yang memberi kekuatan kharisma tertentu.
Peningkatan Partisipasi Politik
Partisipasi anggota masyarakat dalam politik meningkat karena beberapa hal yaitu sebagai berikut:
(1) Integrasi Masyarakat lokal dalam politik nasional semakin besar.
(2) Media komunikasi yagn semakin berkembang pesat
(3) Ketergantungan fungsi politik diantaranya organisasi dan kelompok politik semakin besar.
Dalam proses modernisasi politik, kekuatan-kekuatan sosial baru tersebut harus diberi diberi tempat dalam partisipasi politik agar kapasitas politik masyarakat untuk memecahkan kehidupan politik bersama semakin besar.
4. Modernisasi di Bidang Agama dan Kepercayaan
Modernisasi di bidang agama dan kepercayaan merupakan bagian dari modernisasi masyarakat tehadap hidup dan kepercayaan mereka. Modernisasi kebudayaan masyarakat dapat kita lihat dalam perubahan-perubahan, baik materiil maupun idiil.
Dalam pengertian umum, modernisasi budaya materiil adalah gejala kemajuan atau produk benda seni budaya dari tradisi menjadi lebih modern. Pmebuatan benda seni secara tradisional, seperti patung primitive, arsitektur tradisional, mengalami perubahan menjadi lebih modern, seperti bentuk patung kontemporer, arsitektur modern dan produk modern yang lain.
Modernisasi budaya idiil merupakan perubaan–perubahan cara berfikir manusia dari berfikir mistik dan religius menjadi berfikir rasional dan sekuler Dalam proses ini di dalamnya termasuk memudaarkan tradisi social yang semula diterima apa adanya dan dijadikan acuan perilaku sehari-hari tanpa ada keraguan, berganti dengan kebebasan setiap orang untuk untuk berfikir madiri, rasional dan mengambil inisiatif untuk meraih suatu kepentingan tertentu dengan cara-cara yang baku berdasarkan suatu pertimbangan ilmiah. Cara berfikir magis dan mistik yang mengikuti tradisi tertentu disebut cara berfikit tradisional. Adapun cara berfikir berdasarkan rasionalitas dan kebebasan orang disebut cara berfikir modern. Proses perubahan dari cara berfikir tradisional menuju cara berfikir modern merupakan salah satu bentuk gejala modernisasi budaya masayrakat manusia.
Dari pengertian Van Perusen tersebut, terlihat bahwa modernisasi agama dan kepercayaan terbagi dua macam, yaitu agama dan kepercayaan yang mewujud dalam bentuk materiil dan spiritual. Modernisasi keprcayaan di Indonesia dalam bentuk materiil daapat dilihat dari berkembangknya tempat dan sarana peribadatan modern. Dalam modernisasi agama dan kepercayaa yang bersifat idiil, masyarakat sekarang sudah banyak yang meninggalkan cara berfikir kultus individual, mistik, dan magis di dalam agama dan kepercayaan mereka menuju ke cara berfikir yang rasional dan mandiri.
Dalam proses modernisasi jenis ini terlihat perubahan-perubahan berikut:
Upacara spiritual yang sacral diganti dengan kegiatan organsisi yang fungsional.
Praktik perdukunan diganti dengan pengobatan kedokteran modern.
Diyakini bahwa semua hari adalah baik bergantung pada cara memanfaatkannya.
Tidak ada lagi pandangan adanya musim baik atau musim buruk, tetapi semua keuntungan dan kerugian bisa diperhitungkan menurut ukurna teknik dan cara baku.
Proses modernisasi semacam itu diantaranya didorong oleh meningkatnya tingkat pendidikan masyarakat dan berkembangnya penggunaan media informasi dan komunikasi modern.
MODERNISASI DAN URBANISASI INDONESIA
Modernisasi dapat menimbulkan perubahan-perubahan. Baik di masyarakat pedesaan maupun di perkotaan. Diperkotaan, modernisasi dapat menyebabkan berkembangnya pusat perdagangan, pusat industri, perkotaan dan aktivitas sosial budaya modern seperti tempat hiburan, perfilman dan gaya hidup kota yang serba mewah, glamour dan penuh keramahan. Di perdesaan terjadi peningkatan diberbagai bidang, sebagai berikut.
5. Pola hidup baru yang lebih dinamis
6. Peningkatan penggunaan teknologi pertanian baru.
7. Peningkatan pemilikan media masssa, seperti televise, radio dan surat kabar.
8. peningkatan jumlah orang terdidik
9. Peningkatan kesehatan penduduk.
Hal itu mengakibatkan terjadinya kesenjangan kehidupan yang mencolok antara daerah dan perkotaan. Kesenjangan social ekonomi yang mencolok antara kedua daerah tersebut menyebabkan munculnya gejala urbanisasi. Modernisasi dan urbanisasi merupakan gejala yang berkaitan dan tidka bisa dipisahkansatu sama lain. Keduanya ibarat dua sisi dari mata uang yang sama. Tidak ada urbanisasi tanpa modernisasi, sebaliknya tidak ada modernisasi tanpa proses modernisasi, khususnya modernisasi di Negara sedang berkembang.
Proses urbanisasi merupakan bagian penting bagi pertumbuhan kota-kota besar di Indonesia selama ini. Dilihat dari segi pertambahan penduduknya, kota-kota besar di Indonesia mengalami urbanisasi yang luar biasa.
Sebagai contoh, penduduk kota Jakarta berdasarkan angka-angka dalam sensus tahun 1980 sudah melebihi 6,5 juta jiwa. Padahal sepuluh tahun sebelumnya, pada tahun 1971, Jakarta masih masih termasuk peringkat ke 18 sebagai kota terpadat di dunia dengan jumlah penduduk sebanyak 4,5 juta jiwa. Ini berarti dalam kurun waktu sepuluh tahun saja telah terjadi kenaikan penduduk lebih dari 50% atau rata-rata lebih dari 5% pertahun. Kota Surabaya sebagai kota terbesar kedua sesudah Jakarta, menunjukkan lonjakan penduduk yang sangat pesat pula. Menurut hasil penelitian Departemen LitbangDPP FBSI dikemuknan bahwa laju urabnisasi di Kota Surabaya berkisar antara 8-10 persen dari jumlah penduduk pertahun. Kenaikan ini memang dapat terjadi karena petambahan penduduk alamiah seperti kelahiran, tetapi sebagaian besar adalah karena proses urbanisasi.
Banyak faktor yang menyebabkan penduduk desa melakukan migrasi atau berurbanisasi kedaerah perkotaan. Diantaranya faktor-faktor itu, kita dapat merangkummya menjadi dua faktor utama, yaitu faktor penarik (full factors) yang ada di kota dan faktor pendorong (push factors) yang ada di pedesaan.
1. Faktor Penarik Terjadi Urabnisasi
Faktor penarik adalah berbagai macam daya tarik yang dimiliki kota yang membuat orang-orang desa tertarik pergi ke kota. Daya tarik yang dimiliki kota diantaranya adalah:
a. Daya Tarik Ekonomi
Orang berharap akan mendapatkan pekerjaan di kota sehingga mendapatkan uang
b. Daya Tarik Sosial
Suatu hal berhubungan dengna usaha mencari pekerjaan yang sesuai dengna pendidikan adlaah keinginan untuk meningkatkan status sosial.
c. Daya Tarik Pendidikan
Di Daerah perkotaan tersedia berbabgai fasilitas yang lebih baik dari pada di pdesaan.
d. Daya Tarik Budaya dan Hiburan
Sepanjang masa, kota tempat untuk mencari pengalaman baru dan mengikuti pola hidup modern.
2. Faktor Pendorong Terjadianya Urbanisasi
Faktor pendorong merupakan kadaan-keadaan tertentu yang mendorong penduduk desa harus meninggalkan desa menuju ke kota. Di antara foktor pendorong tersebut, faktor kemiskinan desa-desa sering menjadi pendorong utamanya. Penyebabnya kemiskinan itu dapat bermacam-macam, misalnya cepat bertambahnya penduduk yang tak seimbang dengan percepatan pertambahan persediaan tanah pertanian baru, adanya mekanisasi pertanian dan terdesaknya kerajinan rumah tangga di desa-desa oleh produk industri modern lain itu, juga akibat kurangnya fasilitas untuk hidup, minimnya pendidikan yang tersedia di desa, dan makin menyempitnya peluang berusaha di desa. Hal itu mendorong orang untuk meninggalkan desanya dan mencari kesempatan serta kenikmatan hidup yang lebih baik di kota-kota besar.
PERKEMBANGAN ILMU PENGETAHUAN DAN TEHNOLOGI SERTA INDUSTRIALISASI DI INDONESIA
Proses modernisasi di suatu masyarakat sedang berkembang, misalnya Indonesia, tidak bisa dilepaskan dari masalah perkembangan ilmu pengetahuan dan tehnologi (IPTEK) serta proses industrialisasi yang menyertainya. Kedua hal tersebut merupakan tolak ukur yang sering digunakan untuk menilai apakah suatu Negara telah melakukan proses modernisasi atau belum dan sejauh mana proses modernisasi telah berkembang. Pengembangan IPTEK di satu sisi dan poses indiostrialisasi di sisi lain merupakan dua hal yang sangat penting bagi proses modernisasi di Negara sedang berkembang.
10. Perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Tehnologi
Perkembangan ilmu pengetahuan dan tehnologi (IPTEK) di suatu Negara pada umunya bergantung pada banyak faktor. Masing-masing Negara memiliki strategi dan caranya sendiri untuk mengembangkan iptek dan melancarkan proses industrialisasi, faktor perkembangan iptek di antaranya adalah sumber daya alam dan manusia yang memiliki, strategi kebijaksanaan ekonomi yang ditempuh dan kemajuan ilmu pengetahuan yang ada. Kita akan membahas faktor-faktro tesebut satu persatu berikut ini.
a. Sumber Daya Alam dan Manusia
Ketersediaan sumber daya alam dan manusia sangat penting untuk melihat sejauh mana kesiapan Indonesia memasuki era iptek dan industrialisasi. Selama in Indonesia sangat mengandalkan sumber daya alam dan manusia. Ditinjau dari segi jumlah, sumber daya alam dan sumber daya manusia Indonesia sangat melimpah di banding dengan Negara-negara lain. Akan tetapi, untuk memasuki era iptek dan industrialisasi, kita tidak bisa hanya mengandalkan pada faktor kualitas (jumlah) sumber daya alam dan manusia secara alami semata, tetapi kita harus melakukan upaya peningkatan kualitas sumber daya manuisa. Adalah suatu prinsip penting dalam pengembangan kualitas sumber daya manusia adalah bagamiana memperoleh hasil akhir yang lebih besar dengan jumlah sumber daya yang sama. Untuk itu diperlukan penguasan ilmu pengetahuan dan teknologi oleh sumber daya manusia tesebut
b. Stategi Keijakan Ekonomi
Tingkat perkembangan tehnologi juga dipengarhui oleh strategi kebijakan ekonomi yang ditempuh. Kebijakan ekonomi yang pertama di dasarkan pada usaha untuk mengembangkan produksi barang yang memiliki keunggulan komparatif. Adapun kebijakan ekonomi yang kedua didasarkan pada penciptaan industri bertehnologi tinggi yang mempunyai nilai tambah besar. Kedua strategi itu telah diterapkan dalam kebijaksanan ekonomi Indonesia selama ini.
Strategi pertama tersebut diterapkan pada awal pemerintahan orde baru. Strategi keungulan komperatis adalah strategi untuk memprooduksi barang didasarkan pada perhitungan bahwa barang tersebut akan laku di pasar.
Strategi yang diterapkan sekarang ini melihat tehnologi sebagai unsur penting untuk meningkatkan nilai tambah. Hal ini dimaksudkan agar kita dapat lepas dari cenkraman kekuatan ekonomi dunia. Bahkan diharapakan kita dapat berperan sebagai salah satu pelaku kekuatan ekonomi dunia. Untuk Sampai tujuan ini, dua hal harus dilakukan. Pertama mendidik tenaga-tenaga teknologi yang handal untuk menguasai teknologi canggih. Kedua, mendirikan industri-industri dengan teknologi tinggi untuk merebutkan sebagian pangsa pasar dunia. Untuk itu, dibutuhkan waktu yang lama supaya industri berteknologi canggih bisa merebut pangsa pasar dunia.
c. Tingkat Kemajuan Ilmu Pengetahuan
Perkembangan iptek di Indonesia selain bergantung pada sumber daya manusia dan strategi ekonomi jua sangat dipengaruhi oleh pilihan teknologi berdasarkan tingkat kemajuan ilmu pengetahuan yang dimiliki. Tingkat perkemabngan tehologi disuatu asyarakat sangat bergantung pada kemajuan ilmu pengetahuan yang ada karena pada dasrnya ilmu pengetahuan adalah induknya tehnologi.
Banyak bukti menunjukan bahwa disuatu Negara yang sedang berkembang ilmu pengetahuannya rendah, tingkat tehnologi rendah pula. Ilmu pengetahuaan penting tidak hanya untuk menciptkaan atau memperbaki tehnologi tetapi juga untuk memperluas cakrawala dan wasan sehingga memberikan tantangan baru bagi perkembangan tehnologi selanjutkanya. Dengan menguasai ilmu pengetahuan, kita mengetahui mengapa dan bagaiman sesuatu itu bekerja. Hanya dengan ilmu pengetahuan kita akan mampu memberikan saran perbaikan dan pengembangan lebih lajut dari teknologi yang dipakai dalam proses industriaslisasi.
11. Industrialisasi di Indonesia
Pengembangan iptek dan strategi ekonomi yang diambil Negara mempunyai konsekwensi khusus terhadap perkembangan industri di Negara bersangkutan. Ketika pemerintah dalam kebijakan ekonomi menekankan strategi keunggulan komparatif hal itu ikut mempengaruhi pilihan tehnologi yang diambil dari sektor industri yang dikembangkan. Pilihan tehnologi tidak begitu menjadi perhatian utama dalam strategi keunggulan komparatif.
Kalau kita melihat sekilas perjalanan industrialsisai di Indonesia akan tampak bahwa industrialsisai di Indonesia berkembangan bagaikan garis lurus dari semula industri perkebunan dan pertanian bergeser menuju industri dasar dan industri bertehnologi tinggi. Pada awal kemerdekaan, industrialisasi sudah berkembang meskipun hanya jenis industri yang terbatas jumlahnya. Dua jenis industri yang menonjol pada masa awal kemerdekaan adalah industri yang mengolah hasi perekabunan seperti pabrik karet, teh, gula dan industri tekstil. Disamping itu, telah berkembang industri baja yang yang menunjang kedua jenis industri tesebut, meskipun dalam jumlah dan skala yang belum begitu besar seperti sekarang. Pada saat itu industri-industri kecil atau “small scale industries” belum menonjol.
Kemudian memasuki Repelita I, pada awal pemerintahan Orde Baru proses proses pembangunan industri mulai berkembang pesat. Pada saat itu industri ditekankan prioritasnya pada pembangunan industri dasar, seperti pabrik semen, pupuk, baja penyulingan dan petrokimia. Memasuki repelita IV, Indonesia mulai mengubah strategi indistrialisasi dengan menekankan pada pembangaunan industri-industri stategis berteknologi perakitan dan pabrik mobil.
Diharapakan berbagai jenis industri tersebut saling menunjang dan berhubungan satu sama lain untuk meningkatkan lebih lanjut industrilasisasi di Indoesia. Berbagai jenis indutri pada dasarnya dapat digolongkan menjadi indistri kecil, menengah dan besar yang diharapakan punya kaitan satu sama lain. Industi besar menghasilkan nilai tambah yang hasilnya bisa dimanfaatkan oleh pengambangan industri kecil dan menengah. Demikian sebaliknya, perkembangan industri menengah dan industri kecil dapat mendukung penigkatan pendapatan nasional yang hasil dan produknya dapat dimanfaatkan untuk keperluan pengambangan industri besar, Oleh karena itu, diharapkan Indonesia akan semakin mandiri melakukan industriaslisai dan terbebas dari kebergantungan pada perekonomian di tingkat internasional atau tingkat global.
BAB IV
PENUTUP
A. Kesimpulan
Dari makalah yang penulis sajikan dapat diambil kesimpulan bahwa banyak masyarakat Indonesia ayng telah mengalami perubahan diberbagai aspek kehidupan akibat adanya modenisasi. Untuk itu, upaya yang harus dilakukan Indonesia adlah meningkatkan kualitas sumber daya manusia di segala aspek kehidupan agar tercipta masyarakat Indonesia yang cerdas dan bertanggung jawab.
B. Saran
Dengan adanya modernisasi yang semakin luas ini, diharapkan Indonesia akan semakin mandiri malakukan industrialisasi dan terbebas dari kebergantungannya pada perekonomian di tingkat International/tingkat global.