PTK MAKALAH TESIS

Just another WordPress.com weblog

  • penanggalan

    Juni 2009
    S S R K J S M
         
    1234567
    891011121314
    15161718192021
    22232425262728
    2930  
  • PTK

    Banyak Guru Yang bingung engan PTK, dua tahun kemarin tiak begini.. ternyata syarat fortopolio sertifikasi menjadikan mereka ingin membuat ptk, tapi jika gak bisa??? pasti ada solusi. Blog's ini SLUSINYA
  • rekor TOP

    • Tidak ada
  • KATA KAMU

    Mr WordPress on Hello world!

MAKALAH : KONSEP DASAR PERENCANAAN PEMBELAJARAN

Posted by ptkmakalah pada Juni 19, 2009

RESUME
KONSEP DASAR
PERENCANAAN PEMBELAJARAN

Oleh:
NAMA : …………………..
NPM : 06311.069

FAKULTAS BAHASA DAN SENI
PROGRAM STUDI DAN SASTRA INDONESIA
IKIP …………….
TAHUN AKADEMIK 2007 / 2008

KONSEP DASAR PERENCANAAN PEMBELAJARAN

A.DEFINISI PERENCANAAN
Perencanaan menurut Cuningham ialah menyeleksi dan menghubungkan pengetahuan, fakta, imajinasi dan asumsi untuk masa yang akan datang dengan tujuan memvisualisasi dan memfomrmulasi hasil yang diinginkan, urutan kegiatan ayng diperlukan dan perilaku dalam batas-batas yang dapat diterima yang akan digunakana dalam menyelesaikan. Definisi kedua mengemukanana bahwa perencanana adalah hubungan antara apa yang ada sekarang dengan kebutuhan yang akan datang. Sementara itu definisi lain tentang perenacanaan adalah suatu cara untuk mengantisipasi dan menyeimbangkan perubahan. Maksudnya ialah perubahan lingkungan selalu diantisipasi, dan hasil antisipasi tersebut dipakai agar perubahannya berimbang.
Jadi, makna perencanana dalah usaha mengubah organisasi agar sejalan dengan perubahan lingkungannya.

B.PERENCANANA PEMBELAJARAN
Pembelajaran menurut Degeng adalah upaya untuk membelajarankan siswa. Istilah pembelajaran memiliki hakikat perencanana sebagai upaya membelajarankan siswa, itulah sebabnya dalam belajar, siswa tidak hanya berinteraksi dengan guru, tetapi mungkin juga berinteraksi dengan keseluruhan sumber belajar yang dipakai untuk emncapai tujuan pembelajaran yang diinginkan.
Oleh karena itu, pembelajaran memusatkan perhatian pada “Bagaimana membelajrakan siswa” dan bukan pada “apa yang dipelajari siswa”.

C.DASAR PERLUNYA PERENCANANA PEMBELAJRAN
Perlunya perencanana pembelajaran sebagiamana disebutkan diatas, dimaksudkan agar dapat dicapai perbaikan pembelajaran. Upaya perebaikan pembelajran ini dilakukan dengan asumsi sebagai berikut:
1.Perbaikan kulitas pembelajaran haruslah diawali dengan perbaikan rencana pembelajaran.
2.Hal ini dimungkinkan karena dalam rencana pembelajaran, tahapan yang akan dilakukan oleh guru dalam mengajar telah terancang dengan baik.
3.Pembelajaran Dirancang Dengan Pendekatan Sistem.
Untuk mencapai kulitas pembelajaran, desain pembelajaran yang dilakukan haruslah didasarkan pada pendekatan sistem. Hal in didasari bahwa dengan pendekatan sistem akan memberikan peluang yang lebih dalam mengintegrasikan semua variabel yang mempengaruhi belajar.

4.Desain Pembelajran Mengacu pada Bagaimana Seseorang Belajar.
Kualitas pembelajran juga banyak bergantung pada bagaimana pembelajaran itu dirancang. Rancangan pembelajaran biasanya dibuat berdasrakan pendekatan perencanana. Apakah bersifat intuitif atau bersifat ilmiah. Jika bersifat intuitif rancangan pembelajaran banyak diwarnai oleh kehendak perancanganya, tetapi jika dibuat berdasarkan pendekatan ilmah, rancangan pembelajaran tersebut diwarnai oleh berebagai teori yang dikemukanan oleh berbabgai ilmuan pembelajran. Selain itu ada panduan intuitif ilmiah yang merupakan paduanantar akeduanya. Berdasarkan tiga pendekatan ini, pendekatan intuitif ilmiah akan dapat menghasilkan pembelajaran yang lebih sempurna dari pada dua pendekatan lainnya, karena dua pendekatan yang lain digunakan secara terpisah.

5.Desain Pembelajran Diacukan Pada Siswa Perorangan.
Seseorang pelajar memiliki potensi ayng perlu dikembangkan, Tindakan belajra dapat ditata atau dipengaruhi, tetapi tindakan belajar itu akan tetap berjalan sesuai dengna karakteristik siswa. Siswa yang lambat berfikir tidak memungkin dapat dipaksa segera bertindak secarat cepat. Sebaliknya siswa yang memiliki kemampuan berfikir tinggi tidak mungkin dipaksa bertindak dengan cara lambat. Dalam hal ini juga perencanaan pembelajaran tidak diacukan pada individu, maka ada kemungkinan bahwa siswa yang lambat belajar akan semakin tertinggal, dan yang cepat berfikir semakin maju pembelajarannya. Akibatnya proses pembelajaran yang dilakukan dalam suatu kelompok tertentu akan banyak mengalami hambatan karena perbedaan karakteristik siswa yang telah diperhatikan. Berdasarkan karakteristik ini, maka tantangan pembelajaran mau tidak mau harus diacukan pada pertimbangan ini.

6.Desain Pembelajaran Harus Diacukan Pada Pola Tujuan
Perancangna pembelajran perlu memilih hasil pembelajran yang lengkap dapat diukur setelah selesai pelaskanaan pembelajaran, dan hasil pembelajaran yang dapat terukur setelah melalui keseluruhan proses pembelajaran. Perancang pembelajaran sering kali merasa kecewa dengan hasil nyata yang telah dicapai Karena adanya hasil yang tidak bisa segera diamati setelah pembelajaran berakhir terutama hasil pembelajran ayng termasuk pada arah sikap. Padahal ketercapain arah sikap biasanya terbentuk setelah secara kumulatif dan dalam waktu yang relative lama.

7.Desain Pembelajaran Diarahkan Pada Kemudahan Belajar
Dalam kondisi yang ditata dengan baik, strategi yang direncankan akan memberikan peluang dicapainya hasil pembelajaran. Dengan desain pembelajaran setiap kegiatan yang dilakukan guru telah terencana dan guru dapat dengan mudah melakukan kegiatan pembelajaran. Jika hal ini dilakukan dengan baik, sudah tentu sasaran akhir dari pembelajaran adalah terjadinya kemudahan belajar siswa dapat dicapai.

8.Desain Pembelajran Melibatkan Variabel Pembelajaran.
Desain pembelajaran diupayakan mencakup semua variabel pembelajaran yang perlu dipertimbangkan dalam merancang pembelajaran. Ketiga variabel tersebut adalah variabel kondisi, methode dan variabel hasil pembelajran. Kondisi pembelajaran mencakup semua variabel yang tidak dapat dimanipulasi oleh perencanaan pembelajran dan harus diterima apa adnya. Adapun variabel methode pembelajran mencakup dalam kondisi tertentu. Sedangkan variabel hasil pembelajran mencakup semua akibat yang muncul dari penggunaan methode pada kondisi tertentu, seperti keefektifan pembelajran, efisiensi pembelajran dan daya tarik pembelajaran.

9.Desain pembelajaran Penerapan Metode Untuk Mencari Tujuan
Inti dari desain pembelajaran adalah menetapkan metode pembelajaran yang optimal untuk mencapai hasil pembelajaran yang diinginkan. Fokus utama perancangan pembelajaran adalah pada pemilihan, penetapan dan pengembangan variabel metode pembelajaran yang diharapkan. Pemilihan metode pembelajaran harus didasarkan pada analisis kondisi dan hasil pembelajaran analisis akan menunjukkan bagaimana kondisi pembelajaranya dan apa hasil pembelajran yang diharakan. Setelah itu barulah menetapan dan pengembangan methode pembelajaran yang diambil setelah perancangan pembelajaran mepunyai informasi yang lengkap mengenai kondisi nyata yang ada dan hasil pembelajaran yang diharapkan.
Tiga prinsip yang perlu dipertimbangkan dalam uapya menetapkan metode pembelajaran:
1.Tidak ada satu methode pembelajaran yang unggul untuk semua tujuan dalam semua kondisi.
2.Metode pembelajaran yang berbeda memiliki pengaruh yang berbeda dan konsistensi pada hasil pembelajaran.
3.Kondisi pembelajran bisa memiliki pengaruh yang konsisten pada hasil pengajaran.

D.PRINSIP-PRINSIP UMUM TENTANG MENGAJAR
Prinsip-prinsip yang harus dijadikan pegangan guru dalam melaksanakan proses belajar mengajar adalah sebagai berikut:
1.Mengajar harus berdasarkan pengalaman yang sudah dimiliki siswa. Apa yang telah terjadi merupakan dasar dalam mempelajari bahan yang akan diajarkan.

2.Pengetahuan dan ketrampilan yang diajarkan harus bersifat praktis. Bahan pelajaran yang bersifat praktis berhubungan dengan situasi kehidupan. Hal ini dapat menarik peminat sekaligus dapat memotifasi belajar

3.mengajra harus memperhatikan perbedaan individu setiap siswa. Karena setiap individu mepunyai kemampuan potensial seperti bakat dan intelegensi yang berbeda antara satu dengan yang lainnya.

4.kesiapan dalam mengajar sangat penting dijadikan landasan dalam mengajar. Kesiapan dalam belajar sangat penting dijadikan landasan dalam mengajar. Kesiapan adalah kemampuan potensial baik bersifat fisik maupun mental untuk melakukan sesuatu.

5.Tujuan pengajaran harus diketahui siswa.
Apabila tujuan pengajaran diketahui, maka siswa mempunyai motivasi untuk belajar.

6.Mengajar harus mengikuti prinsip psikologis tentang belajar.

E.TIPE-TIPE BELAJAR
Tipe-tipe belajar menurut Robert M. Gagne (1970) adalah sebagai berikut:
1.Belajar Isyarat
Belajar isyarat mirip dengan respon bersyarat contohnya menutup mulut adalah syarat, sedangkan diam adalah repons.

2.Belajar Stimulus-Respon
Tipe belajar S-R, bersifat spesifik, contoh mencium bau masakan sedap, keluar air liur.

3.Belajar rangkaian
Rangkaian adalah semacam rantai antara berbagai S-R yang bersifat segera, contohnya seperti gerakan dalam mengikat sepatu.

4.Asosiasi Verbal
Tipe belajar ini adalah mengaitkan suatu yang bersifat verbalisme kepada sesuatu yang sudah dimilikinya. Contohnya seseorang dapat menyatakan bahwa pyramide merupakan bangunan limas kalau ia mengetahui berbagai bangun, seperti balok, kubus, kerucut.

5.Belajar Diskriminasi
Tipe belajar ini adalah pembedaan terhadap berbagai rangkaian, contoh membedakan berbagai bentuk wajah.

6.Belajar Konsep
Konsep merupakan simbul berfikir. Hal ini diperoleh dari hasil memuat tafsiran terhadap fakta atau realita, dan hubungannya antara berbabgai fakta misalnya konsep tentang masnusia, konsep burung, konsep ikan dan lain-lain

7.Belajar Aturan
Tipe belajar aturan adalah lebih meningkat dari tipe belajar konsep. Dalam belajar atuan, seseorang dipandang telah memiliki berbagai konsep yang dapat digunakan untuk mengemukanan berbagai formula, hukum atau dalil. Misanya dalam segitiga sama sisi, tiap-tiap sisinya mempunyai panjang yang sama.

8.Belajar Pemecahan Masalah
Tipe belajar ini dapat dilakukan oleh seseorang apabila dalam dirinya sudah mampu mengaplikasikan berbagai aturan yang relevan dengan masalah yang dihadapinya. Tipe belajar ini perlu mendapat perhatian, sebab hal ini menjadi salah satu faktor yang turut menentukan keberhasilan pengajaran yang diberikan kepada siswa.

Sumber : Perencanaan Pembelajaran
Karya : Dr. Hamzah B. Uno, M.Pd

About these ads

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: